Harga Empon – Empon Penangkal Corona Tetap Stabil di Cilacap – RADIO ESKA FM

Harga Empon – Empon Penangkal Corona Tetap Stabil di Cilacap

pedagang empon - empon ( rempah - rempah)

Bagikan

Radio Eska FM – Jumlah korban paparan Virus Corona jumlahnya terus bertambah. Salah satu untuk memutus mata rantai pandemi virus corona adalah mengurangi aktifitas diluar atau menghindari kerumunan masa.

Namun, selain kedua aktifitas tersebut. Sebagian orang mempercayai mengkonsumsi jamu – jamuan dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak terpapar virus berbahaya itu.

Sebut saja Empon-empon. Empon-empon adalah bahan yang biasa digunakan untuk membuat jamu. Warga Cilacap percaya, mengkonsumsi jamu dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terpapar virus.

Disaat masker dan obat-obatan seperti hand sanitizer dan sabun cuci tangan, semakin langka. Justru, harga empon-empon tetap stabil. Malahan, beberapa rempah mengalami penurunan harga.

Suryati, seorang pedagang di Pasar Karna Sidareja, Cilacap, mengungkapkan karena pasokan dari petani melimpah beberapa komoditas empon-empon di pasar itu harganya turun.

Dilansir dari Liputan6.com (19/3), komoditas yang mengalami penurunan harga, salah satunya adalah Jahe Emprit. Berdasarkan keterangan Suryati, harga Jahe Emprit yang ia beli dari petani sebelumnya adalah Rp50 ribu, namun kini harganya turun Rp35 ribu. Bawang putih. Yang sebelumnya Rp50 ribu, kini hanya Rp38 ribu.

Begitupun dengan kencur. Bahkan, harganya justru turun drastis dari mulanya Rp70 ribu per kilogram, kini hanya Rp28 ribu.

Meski mayoritas harga mengalami penurunan, tidak berlaku untuk kunyit. Komoditas kunyit, yang diyakini ampuh menangkal corona, justru harganya naik. Diketahui, kunyit mengandung curcumin tinggi yang diyakini dapat menangkal Virus Corona.

Meski harganya naik, tapi masih tetap terbilang murah, dari mulanya Rp6.000 per kilogram, kini dijual dengan harga Rp10-12 ribu per kilogram.

“Harganya masih murah sih. Saya belinya dari petani Rp 6.000 per kilogram. Kalau sebelumnya hanya Rp 2.500 per kilogram,” ujar Suryati.

Menurut Suryati, merebaknya Virus Corona tak mempengaruhi produksi rempah-rempah yang mengandung Curcumin. Hal ini dikarenakan hasil panen di Cilacap sedang melimpah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *