LIVE STREAMING

Perjuangan Petani Cilacap Peroleh Tanah yang Dijanjikan – RADIO ESKA FM

Perjuangan Petani Cilacap Peroleh Tanah yang Dijanjikan

Spread the love

Cilacap teridentifikasi sebagai salah satu wilayah dengan jumlah konflik agraria atau sengketa agraria terbanyak di Jawa Tengah. Berdasar catatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Tani Mandiri (Setam) Cilacap, luasan tanah yang disengketakan mencapai kisaran 12 ribu hektare.

Ditarik ke belakang, sengketa tanah itu bermula pada masa nasionalisasi aset pemberontakan DI/TII dan paska-tragedi 1965. Tak aneh jika di kabupaten ini ada beberapa desa hasil bedol desa dengan alasan pengamanan.

Ketua LSM Setam, Petrus Sugeng mencontohkan Desa Grugu, Kecamatan Kawunganten. Grugu yang dikenal saat ini adalah hasil bedol desa dari Grugu Lama yang terletak di pegunungan.

Paskatragedi 1965, warga dipaksa pindah demi alasan keamanan. Mereka dipindah ke satu wilayah baru dengan janji kepemilikan lahan alias tukar guling.

Tetapi, ternyata lahan yang ditunggu itu tak pernah terealisasi. Tanah yang dimiliki warga sekarang bukan lah tanah yang dijanjikan. Sementara, tanah yang mereka tinggalkan sudah disegel atas nama Perhutani.

“Mereka dipindah, tapi tanah pengganti atau gulingannya tidak pernah dikasihkan,” katanya, Sabtu.

Kabar baik menghampiri petani Cilacap yang sedang berkonflik agraria. Pemerintah meluncurkan program reforma agraria berupa Perhutanan Sosial (PS) atau program Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).

Penggarap dan Perhutani akan melakukan kerjasama pemanfaatan kawasan hutan dengan sistem bagi hasil yang diatur dalam Perpres Nomor 86 Tahun 2018 dan Permen LHK Nomor 39 Tahun 2017 Tentang IPHPS. Program ini merupakan jalan tengah jika redistribusi tanah tak bisa dilakukan untuk menyelesaikan konflik agraria.

Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/3914385/perjuangan-petani-cilacap-peroleh-tanah-yang-dijanjikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *